Sabtu, 26 April 2014

Cerita masa lalu dari NBL Indonesia


SEJARAH BERDIRINYA NBL INDONESIA


  Hai Ballers, jangan ngaku bisa basket dan suka basket kalau tidak lihat kompetisi yang satu ini. Kompetisi sekelas NBA di Amerika ini mempunyai banyak klub yang bertandinga layaknya klub-klub spektakuler di ajang gelaran NBA. Klub-klub dari tiap daerah di Indonesia unjuk kebolehan di sini, Malang, Jakarta, Sumatera, Sulawesi, semua ada di sini. Dan semua itu berpusat dan berkembang di Surabaya lho.. Kenapa ? karena Surabaya adalah "Ibu Kota Basket Indonesia". Dan berikut sejarah NBL Indonesia nya, check it out ...


  Liga Bola Basket Nasional Indonesia (nama resmi: National Basketball League Indonesia, disingkat NBL Indonesia) adalah liga bola basket tertinggi yang dikelola secara profesional di Indonesia, diikuti oleh 10 klub peserta dari seluruh Indonesia. NBL Indonesia dikelola oleh DBL Indonesia dan diatur oleh PERBASI (Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia). Liga ini dimulai pada tahun 2003 dengan nama Indonesian Basketball League (IBL). 

Logo IBL
  Pada tahun 2010, PERBASI menunjuk DBL Indonesia untuk menangani kompetisi ini dan mengubah namanya menjadi NBL Indonesia sampai sekarang.

SEJARAH....

  Bola basket memiliki sejarah yang cukup panjang di Indonesia. Tercatat sejak tahun 1930-an, walau belum resmi menjadi sebuah negara yang merdeka (masa penjajahan), beberapa kota di Indonesia telah memiliki klub-klub lokalnya sendiri.

  Walaupun belum memiliki induk olahraga nasional, pada saat penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional pertama yang diadakan di Solo pada tahun 1948, bola basket telah menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan dan mendapat sambutan cukup meriah baik dari segi peserta maupun penonton. Penggemar basket pun telah ada saat itu.

  Tiga tahun setelah itu, pada tanggal 23 Oktober 1951, Persatuan Basketball Seluruh Indonesia lahir, dan kemudian berganti nama menjadi Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (atau dikenal dengan PERBASI) pada tahun 1955. Mengikuti hasil keputusan Kongres ke VIII pada tahun 1981, PERBASI akhirnya menyelenggarakan sebuah kompetisi antar klub-klub basket di Indonesia yang merupakan kompetisi tertinggi yang diikuti oleh klub-klub besar yang berasal dari pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.

 Pada tanggal 3 April 1982 adalah tanggal bersejarah bagi dunia basket di Indonesia. Pada hari itu, pertandingan antara klub Rajawali Jakarta menghadapi Semangat Sinar Surya Yogyakarta menandai dimulainya Kompetisi Bola Basket Utama (Kobatama) yang pertama sekaligus langkah awal sejarah panjang kompetisi klub-klub papan atas di Indonesia. Klub Indonesia Muda Jakarta mencatatkan diri sebagai klub pertama yang meraih gelar bergengsi Juara Kobatama.

  Setelah bergulir selama 20 tahun, Kobatama mendapatkan kesempatan untuk berjalan lebih mandiri. Tahun 2003, Kobatama “terlahir kembali” dengan nama Indonesian Basketball League (IBL) dan diikuti oleh 10 tim papan atas di Indonesia, tentu saja dari wilayah yang berbeda-beda.

  Klub Aspac Jakarta berhasil menjadi peraih gelar juara yang pertama sejak Kobatama berganti menjadi IBL pada tahun 2003. Pada tahun 2004, Satria Muda muncul sebagai kekuatan baru menyingkirkan Aspac pada grand final dan tampil menjadi juara. Aspac kembali merebut gelar kampiun pada tahun 2005. Tahun-tahun selanjutnya (2006-2009) menjadi milik Satria Muda Jakarta. Itu membuat mereka pemegang paling banyak menang di kompetisi ini.

  Selain kompetisi reguler tahunan, IBL juga menggelar Turnamen IBL Cup pada setiap awal atau akhir musim kompetisi. Pada tahun 2009 lalu, Satria Muda Jakarta mengalahkan Pelita Jaya Jakarta di final yang diadakan di GOR C-Tra Arena Bandung. Pada tahun 2008, Garuda Bandung berhasil mencuri gelar juara Turnamen IBL Cup yang sebelumnya, pada tahun 2006 dan 2007 juga menjadi milik Satria Muda.

  Sayang, perkembangan IBL tidak berjalan sesuai harapan dan tujuan mereka. Setelah berkali-kali ganti promotor, liga itu terancam bubar di penghujung 2009 karena masalah internal. Seluruh perwakilan klub peserta pun meminta kepada PT DBL Indonesia untuk tampil sebagai pengelola. Sebelumnya, DBL Indonesia dianggap sukses mengelola Development Basketball League (DBL), liga basket pelajar terbesar di Indonesia, yang pada 2010 telah merambah 21 kota di Indonesia, diikuti sekitar 25.000 pemain dan ofisial.

  Untuk mengembalikan lagi pamor liga profesional ini, re-branding harus dilaksanakan. Mulai 2010, IBL berubah nama menjadi National Basketball League (NBL) Indonesia. Sejumlah perubahan pun dilakukan, mencoba meningkatkan lagi jumlah pertandingan, mendekatkan lagi liga ini dengan penggemarnya. Dengan NBL, Indonesia pun punya harapan baru, semangat baru untuk memajukan basket Inodinesia seperti layaknya NBA yang sukses di Amerika Serikat. Dan karena DBL bertempat atau berpusat di Surabaya tepatnya di DBL Arena Surabaya, dan sejak saat itu pula basket Indoneisa berkembang pesat terutama penggemar basket di Indonesia. Surabaya pun dikenal sebagai Ibu Kota Basket Indonesia.


#LingkarBerjaring

0 komentar:

Posting Komentar