Jumat, 29 November 2013

Daftar Rookie Terbaik dan Tersukses dalam Sejarah NBA


THE BEST ROOKIE



  Kepada seluruh basketballers, Ling akan mengucapkan "hai" kepada kalian semua, jadi tolong dengarkan ! haha. Hai basketballers di dunia manapun, ketemu lagi dengan si tampan Ling. Oke lanjut ke inti.. Siapa yang tidak mengenal NBA ? seorang pemain basket mana pun pasti akan mengenal kompetisi terbesar sedunia itu.  Yaa.. NBA banyak sekali melahirkan pemain-pemain super jenius dan super menakjubkan. Dunia pun sudah mengakui itu. NBA sangat digemari di dunia, tak aneh jika banyak orang ingin bermain di NBA dan dilihar oleh ribuan mata di dunia. Untuk pemain yang baru mengalami musim pertama di NBA dinamakan seorang Rookie, dan untuk tahun kedua dinamakan Sophomore. Nah sekarang Ling mau kasih tahu kalian semua siapa saja daftar Rookie-rookie terbaik dan tersukses dalam sejarahNBA, dihitung dari kontribusinya terhadap tim semenjak mereka masuk pada tahun pertama. Pemain-pemain dibawah ini adalah pemain yang menurut Ling super menakjubkan dari segi skill, mencetak poin, dan membantu tim untuk meraih sebuah kemenangan. Check it out...



1. LeBron James


  Siapa yang mengidolakan orang ini ? LeBron James adalah Rookie of the Year pada tahun 2004, masuk tim terbaik kedua NBA (second team All-NBA) pada tahun 2005, dan menjadi MVP pada All Star Game 2006. Dia sudah mencetak kurang lebih 6000 poin di NBA beberapa bulan setelah ulang tahunnya yang ke-21.
  Setelah berhasil masuk babak playoff pertama kali di tahun 2006, James dengan sangat imperatif mencatat 32 poin, 11 rebounds, 11 assists, triple double di debut playoff-nya, menyamai rekor Magic Johnson (1980) dan Johny McCarthy (1960) sebagai pemain dalam sejarah yang berhasil melakukan triple double dipenampilan pertamanya di babak playoff.
  Dan sekarang dia menjadi superstar di timnya, Miami Heat. Mengantarkan Heat ke puncak kejayaan dan memperoleh juara NBA. Ia juga mencatatkan diri sebagai MVP dan menjadi cover game NBA 2k14.

2. Dwayne Wade


  Pada tahun 2004, Miami Heat kembali masuk playoff setelah dua tahun absen untuk masuk playoff, dipimpin oleh guard rookie-nya, Dwyane Wade, di playoff pertamanya berhasil memasukkan tembakan saat waktu menyisakan 1,3 detik untuk mengantarkan Heat mengalahkan Hornets. Wade mencatatkan 21 poin pada debutnya, 15 diantaranya dilakukan pada babak kedua. Meskipun Heat memenangkan seri tersebut setelah melakoni tujuh pertandingan melawan Hornets, Wade hanya mencatat rata-rata 15,4 poin dengan tingkat keberhasilan tembakan sebesar 42 persen saja.
  Pada seri selanjutnya Wade mencatat rata-rata poin sebesar 21 poin per game dan 49 persen keberhasilan melakukan tembakan, tetapi harus mengakui keunggulan dan kehebatan Indiana Pacers dalam enam pertandingan.

3. Tony Parker



  Tony Parker. Point Guard yang sangat menakjubkan, ia masuk Rookie pada tahun 2002, dan selama musim reguler mencatat rata-rata 9,2 poin di setiap 15 menit aksinya. Tetapi angka tersebut naik secara dramatis saat Spurs masuk layoff. Pada seri pertama, Spurs mengalahkan Seatle Supersonics (sekarang pindah Oklahoma Thunders) 3-2 (best of five). Pada pertandingan kelima, Parker berhasil mencatat 23 poin. Rata-rata poin yang berhasil dia raih adalah 17,2 pada seri pertamanya.
  Namun angka tersebut tidak bisa dijadikan acuan untuk menilai performa Parker. Pada pertandingan tersebut, Parker berhadapan dengan Gary Payton. Payton adalah defender yang sangat hebat, disebut-sebut defender terkuat pada masa itu, terbukti dengan terpilih sembilan kali berturut-turut masuk tim bertahan terbaik NBA (All-Defensive Team). Parker hanya melakukan lima kali turnover dalam lima pertandingan melawan Payton, pemain yang dijuluki "The Glove" karena kehebatannya mencuri bola dari lawannya.
  Pada seri kedua, Spurs harus mengakui keunggulan Lakers (yang berhasil menjadi juara NBA tiga tahun berturut-turut). Meskipun Tim Duncan mencatat 26,27,28,30 dan 34 poin pada lima pertandingan, Lakers tetap unggul 4-1. Pada seri ini, Parket mencicipi pertandingan besar pertamanya. Kobe Bryant mencatat 24 poin dan 5 assist, tetapi belum mampu mengalahkan 10 poin dikuarter terakhir oleh Kobe, termasuk saat pertandingan menyisakan waktu lima detik yang memenangkan Lakers sebagai juara. Parker mencatat rata-rata 13,8 poin dan 5,4 assist serta tingkat keberhasilan melakukan tembakan sebesar 41 persen dalam seri ini.

4. Tracy McGraddy


  Seperti LeBron James, McGraddy masuk NBA setelah lulus dari SMA. Seperti LeBron, dia juga membutuhkan tiga tahun sebelum bisa merasakan meriahnya babak playoff. Tetapi tidak seperti LeBron, McGraddy masih harus memulai pertandingan dari bangku cadangan untuk sebagian besar pertandingan Toronto Raptors tahun 2004, dia hanya menjadi starter dalam 34 pertandingan saja.
  Raptors berhadapan dengan juara wilayah timur musim sebelumnya, New York Knicks, tim yang berhasil memenangkan 50 pertandingan pada musim reguler. Mereka mempunyai Allan Houston, Latrell Sprewell, Patrick Ewing, Larry Johnson, dan Marcus Camby. Sedangkan Toronto hanya memiliki satu bintang yang setara dengan mereka, yaitu Vince Carter.
  Meskipun Knicks berhasil menyapu bersih seri pertama ini dalam tiga game, namun ketiga game tersebut berlangsung sangat ketat. Carter hanya memasukkan 30 persen tembakannya, prestasi yang tidak memuaskan (15 dari 50 percobaannya) pada pertandingan pertama, dan enam poin dibawah rata-rata musim reguler.
  McGraddy mencatat 25 poin di pertandingan pertamanya, saat Raptors kalah 88-92, McGraddy kemudian mulai bermain seperti seorang superstar. Pada pertandingan kedua, Knicks menang 84-83 setelah melalui pertandingan yang seru, tercatat 22 kali terjadi salip-menyalip skor.
  McGraddy membukukan rata-rata 16,7 poin per game pada seri ini, dan para pengamat berpendapat bahwa Toronto memulai seranganya dari McGraddy, dan bukannya sang superstar Carter, maka Toronto bisa memenangkan game itu.

5. Allen Iverson


  Iverson, terlalu banyak dribble-dribble cantik setelah mendengar namanya. Iverson baru merasakan playoff setelah berkiprah selama tiga tahun di kompetisi NBA. Saat itu tahun 1999, usianya baru 23 tahun dan Sixers menghadapi Orlando Magic di seri pertama. Sixers berhasil menyingkirkannya menang 3-1 atas Magic.
  Pada kedudukan 1-1, pertandingan selanjutnya diadakan di Philadelphia. Iverson memaksa NBA mencatat rekor sejarahnya dengan 10 steal-nya, rekor yang sampai sekarang belum pernah ada yang mampu memecahkannya. A.I. (Allen Iverson) memasukkan 30 poin di tiga dari empat pertandingan, dan memimpin perolehan poin pemain Sixers di semua pertandingan. Mankjubkan!
  Dia menjadi pemain Sixers pertama yang berhasil mencetak 30 poin pada babak playoff setelah Andrew Toney melakukannya saat Sixers melawan Boston Celtics di Final Wilayah Timur di tahun 1982. Meskipun Sixers disapu bersih 4-0 pada seri kedua, Iverson telah menunjukkan pada dunia bahwa bakat yang dimilikinya adalah istimewa baginya dan orang lain (rata-rata 28,5 poin dalam pertandingan). Iverson juga sering menjadi cover game NBA 2K yang sering ballers mainkan.

6. Kobe Bryant


  Siapa yang tak mengenal orang hitam ini ? Kobe Bryant menorehkan banyak sekali prestasi yang menakjubkan dalam karirnya di NBA. Kobe Bryant masih berumur 18 tahun ketika dia tampil di playoff pertamanya, 1997. Wow!. Kobe bersaing dengan guard senior Lakers lainnya seperti Eddie Jones, Nick van Exel, dan Bryon Scott. Playoff pertama Kobe adalah berhadapan dengan Portland Trail Blazers. Lakers memenangi seri tersebut dengan 3-1 untuk Lakers.
  Setelah itu, Lakers kalah dari Utah Jazz dengan skor 4-1. Pada pertandingan terakhir, Shaquille O'Neal terkena foul out saat pertandingan menyisakan waktu 1 menit 47 detik. Guard legendaris Utah Jazz, John Stockton memasukkan layup saat waktu tersisa 39 detik untuk menyamakan kedudukan 89-89. Kobe gagal lepas dari kawalan Bryon Russel dan hanya melakukan shooting airball sesaat sebelum buzzer dibunyikan. Jika tembakan itu masuk, maka Lakers masih berpeluang untuk maju ke seri selanjutnya.
  Justru di babak overtime, legendaris Utah Jazz lainnya, Karl Malone (32 poin dan 20 rebound), mendominasi pertandingan dan Utah mampu mengalahkan Lakers.

7. Scottie Pippen


  Musim rookie Pippen adalah 1988, dia mendapatkan menit bermainnya yang lebih sedikit dibandingkan kolega rookie-nya, Horace Grant. Playoff pertama Pippen adalah menghadapi Cleveland Cavaliers. Pelatih Chicago, Doug Collins, mengganti komposisi squad intinya dengan memasukkan Pippen sebelum pertandingan kelima yang menentukan. Saat itu Pippen menggantikan pemai veteran Brad Sellars. Pippen berhasil mencetak 24 poin (10 diantaranya dilakukan pada kuarter ketiga), di tambah dengan 6 rebound, 5 assist, dan 3 steal. Dia bermain menakjubkan selama 39 menit dan meraih kemenangan 107-1-1.

8. Michael Jordan


  Wah wah wah, lagi lagi orang ini. Memang orang ini dapat menghipnotis ribuan mata yang melihat NBA pada masa nya. Tidak heran dia dapat mengukir beberapa sejarah dan menjadi seorang rookie yang hebat pada awal dia masuk, sang legenda, yang di sebut-sebut "tidak ada pemain basket yang mengungguli ketenaran dan kehebatannya", Michael Jordan.
  Chicago Bulls mendapatkan Jordan pada urutan ketiga draft tahun 1984, sejak tahun pertamanya di NBA dia tidak pernah mengecewakan penggemarnya. Bulls selalu gagal mencapai babak playoff di tiga musim sebelumnya, hanya memenangkan 28 dan 27 pertandingan sebelum Jordan bergabung dengan Chicago.
  Pada tahun 1985, Bulls mendapatkannya. Bulls memenangkan 38 pertandingan yang mengantarkan mereka masuk ke babak playoff berhadapan dengan Milwaukee Bucks. Buks berhasil memenangkan dua pertandingan pertama di Milwaukee. Tapi saat pertandingan ketiga, Jordan berhasil mencetak 35 poin dan Bulls berhasil mengakhiri puasa kemenangan di babak playoff selama empat tahun berturut0turut, dengan skor 109-107. Kemenangan ini adalah yang pertama bagi Bulls dibawah manajemen Jerry Reinsdorf.
  Rata-rata poin Jordan dimusim rookie-nya adalah 28,2 pada musim reguler, dan 29,3 pada babak playoff, ditambah dengan 5,8 rebound dan 8,5 assist di setiap pertandingan yang ia lakoni. Pelatihnya sangat bergantung ada Jordan, terbukti dengan rata-rata waktu di bermain setiap pertandingan mencapai 43 menit.

9. Larry Bird


  "Larry Legend", bergabung dengan Boston Celtics sebagai rookie dengan bayaran paling mahal dengan 3,25 juta dolar untuk lima tahun ke depan pada tahun 1980 dan mengangkat tim dengan 29 kemenangan pada musim sebelumnya menjadi 61 kemenangan. Playoff pertama Bird adalah melawan Houston Rockets, tim yang selalu kalah menghadapi Celtics sepanjang musim reguler. Boston berhasil menyapu bersih Houston Rockets dalam empat pertandingan.
  Pada seri kedua, Boston berhadapan dengan rival terberatnya, Philadelhia. Dua game pertama berlangsung di Boston. Setelah Celtics di pertandingan permbuka, Bird mencetak 36 poin dan 14 rebound untuk membantu Boston menyamakan kedudukan. Sayangnya, Sixers berhasil merebut tiga pertandingan selanjutnya.

10. Magic Johnson


  "The Magic Man" mempunyai karier basket yang paling cemerlang. Tahun pertama dilaluinya dengan sangat gemilang, mungkin yang terbaik sepanjang. Musim rookie-nya diawali dengan cara yang unik, karena dia harus ditinggal pelatihnya, Jack McKinney, yang mengalami cedera yang dapat membahayakan nyawanya karena jatuh dari sepeda saat Magic baru menjalani 13 pertandingan di Lakers.
  Magic adalah pemain yang bisa melakukan apa saja. Dia bisa menempati posisi apa saja di dalam permainan basket dengan sangat cemerlang. Statistik permainannya di musim reguler cukup menakjubkan dengan 18,0 poin, 7,7 rebound, dan 7,3 assist di setiap pertandingan. Di babak playoff, dia lebih menggila lagi. Lakers mengalahkan Phoenix Suns dengan skor 4-1, kemudian ganti Sonics dikalahkan dengan skor yang sama.
  Di final, Lakers berjumpa dengan Philadelphia 76ers. Lakers berhasil menjadi juara pada ertandingan keenam yang dilakukan di kandang Philadelphia, saat Magic mencetak 42 poin, 15 rebound, dan 7 assist. Dan inilah saatnya Magic membuktikannya, ia berhasil bermain di semua posisi! Dia terpilih sebagai Finals MVP, satu-satunya rookie yang bisa mendapatkan penghargaan tersebut. Bahkan Lakers memenangkan pertandingan terakhir tanpa diperkuat Kareem Abdul-Jabbar, yang mengalami cidera. Di playoff pertamanya, dia mencatat 18,3 poin, 10,5 rebound, dan 9,4 assist di 16 pertandingan yang ia lakoni itu. Pemain yang benar-benar "Magic".

11. Oscar Robertson


  Butuh dua musim, 1962, untuk Oscar Robertson merasakan playoff NBA. Pemain berjuluk "Big O" ini mencatat rata-rata 30,8 poin, 12,5 rebound, dan 11,4 assist tiap pertandingan. Dia membukukan 45 triple double di musim reguler.
  Di playoff, timnya Cincinnati Royals kalah dari Detroit Pistons 37-45. Royals, didukung 1.825 suporter fanatiknya di Cincinnati Gardens berhasil merebut ertandingan kedua. Namun Piston berhak lolos ke seri selanjutnya setelah memenangkan dua pertandingan sisa.
  Oscar mencatat 28,8 poin, 11 rebound, dan 11 assist di empat penampilannya. Oscar juga total mencetak 115 poin dari 81 tembakan saja. Musim berikutnya, Royals pindah ke wilayah timur (bersama Boston Celtics), dan itu menjadi awal keterpurukan Oscar. Oscar hanya bermain 39 kali di pertandingan playoff selama berkarier 10 tahun pertamnya di NBA. Dia memainkan pertandingan playoff ke-47 di empat tahun terakhirnya bersama Milwaukee Bucks (menjadi juara NBA di musimnya yang kesebelas). Di pertandingan final NBA terakhirnya, dia gagal memasukkan 11 dari 13 tembakaqn yang dia lakukan di pertandingan ketujuh final NBA tahun 1974.

#LingkarBerjaring

0 komentar:

Posting Komentar